This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 Mei 2014

Tentara Suriah Hancurkan Pengepungan Takfiri di Penjara Aleppo

Pengepungan ketat dan panjang di Penjara Pusat Aleppo yang diberlakukan oleh kelompok Takfiri al-Qaeda berhasil dihancurkan oleh pasukan khusus Suriah.

Dalam operasi itu, pasukan khusus Suriah mengerahkan pasukannya dalam jarak 200 meter dari kompleks penjara sebelum menyerbu lingkungan sekitarnya.

Menurut TV al-Alam pada Kamis, 22/05/14, di Aleppo, unit tentara sebelumnya memperoleh kontrol kota Hilan dan daerah lain di sekitar penjara sebelum meluncurkan operasi utama untuk memberangus sisa-sisa kelompok Takfiri yang mengepung kompleks militer selama lebih dari 18 bulan.

Perkembangan ini terjadi disaat pasukan Suriah juga menggelar operasi besar dipusat kota industri dekat penjara Aleppo termasuk kota-kota Handarat, Hreitan, Kafar Saghir, Kafar Naha, dan sekitar Infanteri College, al-Kastello, Baidin, Jandoul, Azaz, al-Atareb, Mare, Daret Ezza dan Andan. 

Dalam operasi besar itu Tentara Suriah menimbulkan pukulan berat pada elemen-elemen Takfiri dukungan Arab Saudi, Qatar, Turki, Yordania dan AS. [IT/Onh/Ass]

Lihat video: http://v.alalam.ir/news/2014/05/22/alalam_635363598001747809_25f_4x3.mp4

Kamis, 22 Mei 2014

Iran, Cina dan Rusia Bangun Poros Keamanan dan De-dolarisasi

The Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA, Konferensi Langkah-langkah Membangun Interaksi dan Keyakinan di Asia) yang merupakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara, dibuka pada 21 Mei di Shanghai, Cina. Organisasi ini, yang dibentuk setelah runtuhnya Uni Soviet, bertujuan menstabilkan Asia dalam pola OSCE di Eropa. 

Namun begitu, forum ini tak pernah benar-benar berfungsi karena kurangnya kepemimpinan regional sepanjang 199-an dan 2000-an, serta tidak adanya budaya dialog antara negara-negara anggota. Organisasi ini tetap aktif selama kepemimpinan Turki yang telah diambil alih Cina. 

Semua perubahan kini menjadi mungkin bagi pihak Rusia dan Cina. Setelah masuknya Qatar dan Bangladesh [sebagai anggota], jumlah anggota CICA kini menjadi 26 negara. Kemarin, presiden Rusia dan Cina telah memutuskan untuk mengkonsolidasikan pembayaran perdagangan bilateral keduanya dalam mata uang lokal ketimbang menggunakan dolar. 

Tampaknya diyakini bahwa KTT tersebut akan mengeluarkan pernyataan bersama dengan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Dalam pidato pembukaan KTT itu, Presiden Cina menyerukan pada Selasa (20/5/14) untuk menciptakan struktur Asia baru bagi kerjasama keamanan berdasarkan kelompok regional yang mencakup Rusia dan Iran, dan tidak memsukkan Amerika Serikat. 

"Kita perlu berinovasi dalam kerjasama keamanan kita (dan) membangun arsitektur kerjasama keamanan regional baru," kata Xi yang berbicara di hadapan audiens, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin negara-negara Asia Tengah.

Mungkinkah perdagangan internasional, minimal di tingkat regional, akan berlangsung dalam mekanisme transaksi bebas-dolar (de-dolarisasi), dalam beberapa waktu yang tak lama lagi? Juga, apakah poros keamanan yang diinginkan negara-negara itu, yang diyakini akan menandingi dan medongkrak posisi tawar mereka di hadapan arogansi AS dan sekutunya, bakal segera terwujud?

Kita hanya bisa berharap. Namun, tak dapat diungkiri, semua itu merupakan impian mayoritas negara-negara di dunia sejak lama, khususnya negara-negara Asia, termasuk [rakyat] Indonesia, yang sudah lama dicekik rezim dolar dan diinjak-injak arogansi AS dan konco-konconya.

Khamenei: Iran Kuat, AS Murka

Pemimpin Tinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan, bangsa Iran telah membuktikan bahwa negaranya bisa meraih kemajuan di bidang sosial dan tekhnologi  tanpa harus tergantung pada AS.

“Bangsa Iran telah membuktikan kemampuannya di berbagai bidang. Bahkan telah terbukti meraih kemajuan ilmu pengetahuan dan sosial, serta berperan di dunia internasional dan memiliki martabat politik tanpa harus tergantung pada AS," kata Ayatullah Khamenei pada Rabu (21/5/14).

"Bangsa Iran memilih jalan yang benar dan akan terus menempuhnya. Sebagian besar dunia akan menyertai bangsa ini," kata ayatullah Khamenei dalam acara wisuda taruna Universitas Imam Hossein di Tehran.

Mengacu klaim musuh bahwa Iran adalah ancaman bagi kawasan, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa isu nuklir Iran dan catatan HAM hanyalah dalih yang digunakan kekuatan-kekuatan dunia untuk melawan bangsa Iran.

"Lewat dalih dan tekanan ini, mereka mencoba membuat bangsa Iran menyerah pada intimidasi mereka. Tapi hal ini tidak akan pernah terjadi," tambahnya.

Ayatullah Khamenei mengatakan, musuh Iran begitu marah dan gelisah karena selama tiga dekade, Republik Islam terus menunjukkan perlawanan terhadap berbagai konspirasi musuh. Menurut beliau, perlawanan Iran ini membuat banyak negara berusaha menjadi sahabat Iran.bahkan banyak negara yang ikut menikmati manisnya buah perlawanan itu. 

Senin, 12 Mei 2014

Minggu, 27 April 2014

Israel Marah atas Kesepakatan Persatuan Palestina


Kesepakatan persatuan Palestina membuat marah rezim Zionis Israel, dan Tel Aviv mengancam membatalkan pertemuan dengan Otoritas Palestina (PA) yang sudah dijadwalkan.

"Israel membatalkan pertemuan negosiasi yang seharusnya berlangsung malam ini," kata Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang diposting di Twitter-nya pada Rabu (23/4/14).

Keputusan itu muncul setelah gerakan perlawanan Palestina Hamas dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berjanji untuk membentuk pemerintahan bersama.

Kepala negosiator Otoritas Palestina, Saeb Erakat, dalam sebuha pernyataan mengatakan kepada wartawan, tidak ada rencana pertemuan dengan rezim Zionis Israel.

Erakat menyalahkan Netanyahu yang menurutnya telah menyabotase apa yang disebut pembicaraan "damai" sementera rezim Zionis terus melakukanekspansi permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

"Dulu Netanyahu menghentikan perundingan," katanya. "Dia lebih memilih permukiman, bukan perdamaian dan menghancurkan proses perdamaian."

Pejabat PA juga menekankan, Palestina akan bertemu secara bilateral dengan utusan AS, Martin Indyk di Ramallah pada hari Kamis (24/4).

Sementara itu, kepala PA Mahmoud Abbas mengatakan, kesepakatan antara Hamas dan PLO itu mencakup partai Fatah -yang dia pimpin dan hal itu tidak bertentangan dengan negosiasi yang dia lakukan dengan Zionis Israel, dan negara Palestina merdeka tetap menjadi tujuannya.

Pada konferensi pers sebelumnya di Jalur Gaza, Hamas dan PLO mengumumkan kesepakatan untuk pemerintahan koalisi dan mengakhiri tujuh tahun pemerintahan terpisah di Tepi Barat dan Gaza.

Berdasarkan kesepakatan yang telah lama ditunggu-tunggu itu, faksi-faksi Palestina yang bersaing akan membentuk pemerintah persatuan dalam lima minggu mendatang dan mengadakan pemilihan nasional enam bulan kemudian.

Hamas dan Fatah menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Mesir pada tahun 2011, tapi tidak dilaksanakan karena adanya beberapa perbedaan prinsip.

Israel Serang Desa Palestina di Tepi Barat

Militer Israel kembali menyerbu desa dua Palestina di Tepi Barat dam melakukan penggerebekan dari pintu ke pintu di wilayah pendudukan.

Menurut sumber lokal, pasukan Israel menyerbu desa Dier al-Samet dekat kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat yang diduduki dari hari Kamis malam (24/4/14) dan masuk paksa ke dalam rumah-rumah warga.

Pasukan Israel juga menangkap seorang warga Palestina tanpa surat perintah penangkapan.

Sementara itu, sumber lokal di dekat al-Khalil mengatakan prajurit Israel juga menginterogasi puluhan warga Palestina.

Pasukan Zionis meluncurkan serangan serupa di desa al-Ma'sara dekat kota Betlehem, Tepi Barat dan mencari rumah aktivis Palestina, Hasan Breijiyya, yang merupakan koordinator Komite Populer Mneolak Dinding Pemisah Israel.

Militer Israel secara teratur melakukan penggerebekan rumah warga Palestina di Tepi Barat, menahan para aktivis dan masyarakat sipil, mayoritas tanpa tuduhan.

Pada bulan Februari, Kepala Departemen Sensus di Departemen Tahanan Otoritas Palestina, Abdul-Nasser Ferwana mengatakan rezim Tel Aviv saat ini menahan 4800 warga Palestina di 17 penjara serta pusat penahanan dan interogasi.

S-74, Unit Cyber Rahasia Shin Bet



Pada Jumat (25/4), setelah hampir satu bulan kemudian, Channel 2 mengungkapkan tentang keberadaan pihak lain yang bertanggung jawab untuk jagat maya negara zionis "Israel": dinas rahasia Israeli Security Agency (ISA), atau Shin Bet. Puluhan peretas (hacker) bekerja pada S-74, codename untuk unit Shin Bet yang melindungi jagat maya "Israel". Sepanjang beberapa hari, mereka akan berkeliling di sekitar komputer mereka, melacak gerakan mencurigakan dari hacktivists "anonymous" di seluruh dunia.

Kemudian, beberapa saat sebelum peretas mengganggu sistem, mereka akan melancarkan serangan, tanpa seorang pun tahu bahwa Shin Bet terlibat. "Kami telah mempersiapkan dengan baik dan canggih, kami menyusuri jaringan di seluruh dunia secara lekat dan mengumpulkan [data] intelijen melalui HUMINT dan SIGINT [intelijen manusia dan intelijen sinyal]," ungkap anggota S- 74, Alon, ke harian itu pada Jumat (25/4).

Menurut laporan itu, S- 74 didirikan beberapa tahun lalu dan telah berubah cepat seiring perubahan cepat dalam pengembangan teknologi. Selain melindungi "Israel", unit tersebut juga mengumpulkan data intelijen untuk meluncurkan sendiri serangan terhadap musuh, ujar Yuval.

"Biasanya, ini merupakan kawasan rahasia, tapi kami mendapat izin khusus untuk memberikan sekilas gambaran tentang dunia intelijen," imbuh Yuval.

"Dalam upaya membuat keputusan penting terhadap keamanan 'Israel', kami menjalankan operasi di seluruh dunia untuk meretas komputer, database, dan jaringan, termasuk komputer pribadi," jelasnya.

"Kami mengumpulkan data dari mana-mana di setiap daerah."

"Ada banyak lembaga yang bekerja secara strategis melawan 'negara Israel'; kami diam-diam bekerja melawan mereka. Kemudian, bila seorang perwira intelijen memanggil saya dan menanyakan informasi itu, karakter dari operasi dapat berubah secara drastis."