This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Juni 2014

Khamenei: Iran Tidak Akan Pernah Menyerah pada Barat


Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tidak akan tunduk pada hegemoni global.jpgPemimpin Tinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan Republik Islam Iran tidak akan pernah menyerah pada Barat. Iran bahkan berhasil meraih kemajuan hari demi hari.

"Tantangan eksternal kita adalah onar pihak arogan. Mari kita bicara terus terang; kesulitan dipicu oleh Amerika Serikat," kata Ayatollah Khamenei dalam pidatonya di Makam Imam Khomein, selatan Teheran, Rabu (4/6/14) dalam peringatan wafatnya Imam Khomeini.

Meski sebagian analis Amerika yakin bahwa masalah yang dilempar untuk Iran tidak akan berhasil melawan Republik Islam, tapi AS masih terus membuat masalah. Karena itu, kata Ayatullah Khamanei, agenda mereka harus segera diidentifikasi.

Ayatullah Khamenei juga menambahkan, negara-negara Eropa telah membuat kesalahan strategis besar karena menjaga kepentingan AS, sementara Washington

tidak menjaga  kepentingan mereka.

Ayatullah Khamenei juga menekankan pentingnya mengidentifikasi musuh-musuh sejati negara. "Hari ini, kelompok Takfiri bekerja melawan Islam dan Syiah di daerah-daerah tertentu dan melakukan tindakan jahat. Tapi mereka ini bukan musuh utama. Musuh utama adalah pihak yang memprovokasi mereka dan menyediakan dana bagi mereka."

Pemimpin menjelaskan, kelompok Takfiri adalah kelompok yang tidak bijaksana dan telah ditipu.

Ayatullah Khamenei juga memperingatkan, mereka yang menyerang Iran akan menghadapi perlawanan dari rakyat Iran.

Zionis Kewalahan, Aksi Mogok Makan Tahanan Palestina Kian Meluas


Zionis Kewalahan, Aksi Mogok Makan Tahanan Palestina Kian MeluasSekitar 70 tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makn selama lima minggu demi memprotes rezim zionis yang menahan mereka tanpa tuduhan atau proses pengadilan telah dirawat di rumah sakit, demikian diumumkan Layanan Penjara "Israel" (IPS) pada Rabu kemarin (28/5), lapor New York Times. 

Belum jelas, di mana rumah sakit tempat para tahanan yang mogok makan itu dilarikan berada. 

Menurut organisasi hak-hak tahanan Palestina, Addameer, pemogok makan memboikot klinik, "Menuduh para dokter penjara bersekongkol dengan IPS untuk meghentikan pemogokan mereka." 

Issa Qaraqe, menteri zionis urusan tahanan untuk Otoritas Palestina, dilaporkan telah mengatakan pada radio Voice of Palestina bahwa kesehatan para tahanan memburuk dengan cepat. "Sebagian besar muntah darah dan pingsan," katanya. "Mereka tidak dapat berjalan, mereka mengalami rasa sakit yang mengerikan. Kami kuatir beberapa di antaranya akan tewas jika situasi terus berlanjut." 

Ratusan tahanan Palestina yang berpartisipasi dalam aksi mogok makan terhadap praktik luas "penahanan administratif" rezim zionis, di mana negara ilegal itu menahan orang-orang tanpa tuduhan atau proses pengadilan berdasarkan "bukti" yang dirahasiakan dari para narapidna dan pengacara. Penahanan tersebut dapat diperpanjang tanpa batas waktu, dan beberapa warga Palestina telah mendekam di penjara selama lebih dari satu dekade di bawah status ini. 

Kalangan kritikus menuduh bahwa penahanan administratif merupakan bagian dari strategi luas untuk melemahkan gerakan Palestina dan selanjutnya mencabik-cabik ikatan sosial mereka. "Penahanan administratif biasanya digunakan terhadap warga Palestina yang memprotes apartheid 'Israel'," kata Rama Kudaimi dari Campaign to End the Israeli Occupation (Kampanye Mengakhiri Pendudukan "Israel") asal AS kepada Common Dreams. "'Israel' mengepung para aktivis, menahan mereka selama beberapa bulan, dan dapat memperbaharui penahanan serta membekuk mereka tanpa batas." 

Aksi mogok makan dimulai pada 24 April saat nyaris 100 tahanan, termasuk banyak di antaranya yang ditahan di bawah penahanan administratif, memulai aksi mogok makan di sejumlah penjara. Menurut sepucuk surat kepada PBB, yang ditulis 18 organisasi hak asasi manusia Palestina, para pemogok makan itu mengalami pembalasan atas protes mereka, termasuk isolasi, transfer, razia, penolakan kunjungan, dan pembatasan penasihat hukum. Meskipun diganjar hukuman semacam itu, aksi mogok makan telah menyebar ke penjara lain. 

Protes itu menyusul aksi mogok makan massal pada 2.012 yang dilancarkan para tahanan Palestina, yang memaksa pemerintah "Israel" setuju untuk membatasi penggunaan penahanan administratif. Namun, menurut Addameer, pada April 2014, sebanyak 5265 warga Palestina ditahan di penjara-penjara "Israel", di mana 186 di antaranya ditahan di bawah penahanan administratif.

Lebanon Serukan Masyarakat Internasional untuk Menentang Agresi Israel

Lebanon telah mendesak masyarakat internasional untuk memaksa rezim Israel untuk menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan negara Arab. 

"Lebanon menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mencegah kelanjutan dari [ tindakan agresi Israel melawan Lebanon dan pelanggaran udara, laut dan darat Libanon oleh Israel, " kata Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil dalam pidatonya dalam pertemuan Non - Blok (GNB ) konferensi tingkat menteri luar negeri di ibukota Aljazair Algiers, Rabu (28/5/14). 

Israel melanggar wilayah udara Lebanon hampir setiap hari, mengklaim penerbangan tersebut melayani keperluan surveilans. 

Gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, pemerintah, dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) telah berulang kali mengutuk pelanggaran udara yang dilakukan oleh Israel, mengatakan mereka dengan jelas melanggar Resolusi PBB 1701 dan kedaulatan Libanon. 

Menteri luar negeri Lebanon lebih lanjut mencatat bahwa tidak akan ada perdamaian tanpa keadilan, menekankan bahwa tidak ada keadilan yang akan menang di bawah bayang-bayang agresi dan pendudukan. 

Dia lebih jauh mencatat bahwa pemerintah Libanon membutuhkan dukungan internasional untuk melengkapi tentara dan untuk memerangi terorisme. 

Bassil juga menyampaikan terima kasih kepada Iran atas upaya Republik Islam Iran untuk GNB.

SekJen Hizbullah Puji Keberhasilan Assad dan Bangsa Suriah


Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Libanon Hizbullah telah memuji partisipasi besar dalam pemilihan presiden Suriah sebagai kemenangan bagi kepemimpinan negara dan warga Suriah. 

Sayyid Hassan Nasrallah mengatakan terpilihnya kembali Presiden Suriah Bashar Assad membuktikan bahwa solusi konflik negara itu "dimulai dan berakhir" dengan Presiden Assad. 

Dia membuat pernyataan dalam pidato pada hari Jumat (6/6/14). 

Nasrallah mengatakan meskipun negara-negara Barat dan oposisi terus menebarkan plot dan mengancam, jutaan warga Suriah muncul dan berpartisipasi dan memilih Assad sebagai presiden negara tersebut, menambahkan bahwa jumlah pemilih yang tinggi menunjukkan tekad bangsa yang berupaya untuk menentukan masa depannya sendiri. 

Dia mengatakan jumlah pemilih yang sangat besar telah menyebabkan rasa kecewa AS dan sekutunya, karena mereka mengharapkan rakyat Suriah membokit pemilihan Presiden. 

SekJen Hizbullah Puji Keberhasilan Assad dan Bangsa Suriah
Menyinggung kegagalan AS, Israel dan sekutunya di Suriah, Nasrallah mengatakan pemilu menunjukkan kesatuan bangasa Suriah meskipun beberapa negara berusaha memecah negara itu. 

Pernyataan ini datang setelah Assad memenangkan hampir 90 persen suara dalam pemilihan presiden Suriah.

Syria presidential election

Syria’s Higher Judicial Committee for Elections issued a statement on Sunday declaring that election campaigning by the nation’s three presidential candidates will suspend at 7 a.m. local time on Monday.

"In accordance with the rules of Article 58 of the elections' law No. 5 for 2014, the campaigns for presidential elections suspend before 24 hours of the date of elections, set on Tuesday June 3rd, 2014; namely as of Monday June 2nd at 7:00 a.m.," the committee said in the statement.

Most Syrians reportedly hope to find a peaceful solution through the ballot box to resolve the conflict in the Middle Eastern country.

Syria’s presidential election will start on June 3. The vote will be held in the government-controlled parts of the crisis-hit Arab state.

On May 28, Syrian citizens living abroad went to the polls at the Syrian embassies in a number of countries including Iran, Russia, Yemen, China, Lebanon, Malaysia, Venezuela, Jordan, Sudan, Oman, the Czech Republic, Belarus and India.

President Bashar al-Assad is seeking a third term in office. He will face Maher Abdel Hafiz Hajjar, a lawmaker from Aleppo, as well as Hassan Abdallah al-Nuri, a legislator from Damascus in the forthcoming presidential race.

Damascus has insisted that it would hold the vote despite the foreign-backed militancy that has reportedly killed over 160,000 people since it erupted in the country in March 2011.

The Syrian government has also dismissed Western and opposition accusations regarding the presidential election, saying that it is planning to hold a free and transparent vote.

Preparations are underway for the elections due to be held on June 3. Ballot boxes have been set up in all districts of the Syrian cities to facilitate the process amid the unstable situation across country.

The army is on full alert and what we have seen during the elections outside Syria reveals that the Syrian people are keen on participation under all circumstances. The government and the electoral committees have taken the necessary measures to ensure transparency.Security measures have also been taken by the Interior Ministry to guarantee a safe atmosphere for voters. Despite great pressure by the West and several regional countries, Syria is determined to go ahead with its presidential elections on time, a move seen by many observers as a turning point in the track of war in the country.

Selasa, 03 Juni 2014

Serangkaian Serangan Militan Takfiri di Suriah Bunuh 27 Orang

Setidaknya 27 orang telah tewas dalam aksi penembakan brutal yang dilakukan oleh militan asing di kota Aleppo. 

Sekitar 80 orang juga terluka pada hari Senin (2/6/14) setelah para militan takfiri menembakkan lebih dari 50 peluru ke daerah al- Jamiliyah, al- Meridian dan Sa'adallah al-Jabiri di Aleppo. 

Serangan baru-baru ini telah meningkatkan jumlah korban tewas di Aleppo selama tiga hari terakhir mencapai 50 orang. 

Pada hari Sabtu, 20 orang tewas setelah gerilyawan menembakkan 40 mortir pada beberapa lingkungan di kota Aleppo. 

Menurut beberapa sumber lebih dari 150.000 orang telah tewas sejak krisis Suriah meletus pada Maret 2011. 

Kelompok Takfiri telah meningkatkan serangan mereka terhadap Suriah di beberapa kota disaat negara berusaha mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden pada tanggal 3 Juni.

Minggu, 01 Juni 2014

Komandan Iran: Serangan AS, Kemusnahan Israel

Komandan Iran: Serangan AS, Kemusnahan Israel
Setiap tindakan agresi AS terhadap Iran akab berakibat kematian bagi Israel dan kematian ratusan ribu tantara AS, kata seorang komandan senior Iran. 

Komentar itu dibuat oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri sebagai reaksi terhadap pernyataan baru-baru ini oleh Presiden AS Barack Obama. 

"Mereka tahu bahwa agresi terhadap Republik Islam Iran akan berarti kemusnahan Tel Aviv dan kelanjutan perang yang menuju Amerika Serikat, " kata Jazayeri. 

Dalam pidato di Akademi Militer AS pada hari Rabu (28/5/14), Obama mengatakan ada kesempatan untuk menyelesaikan sengketa atas program energi nuklir Iran, dan kembali menyinggung aksi militer terhadap negara itu. 

Komandan Iran menggambarkan pernyataan Obama sebagai mimpi kekanak-kanakan yang tak mungkin tercapai. " 

"Jika AS dan sekutunya memiliki kemampuan untuk menyerang Iran mereka tidak akan ragu-ragu untuk melakukan tindakan tersebut, dan, tentu saja, cukup mengejutkan bahwa Obama tidak malu untuk pengulangan kata-kata kosong itu, "kata Jazayeri.