This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Oktober 2014

Sheikh Abdul Aziz : "Al-Qaeda dan ISIS Musuh Islam"


Takfiri ISIS


Empat perempuan Arab Saudi dipenjara dengan tuduhan sedanga menyiapkan anak-anak mereka untuk berperang dan mendukung al-Qaida, lapor media resmi kerajaan, Rabu, 23/10/14.

Mereka dijatuhi hukuman antara 6 dan 10 tahun penjara, Saudi PressAgency melaporkan Rabu malam setelah jatuh vonis.

Dikatakan pengadilan, hukuman dijatuhkan terhadap perempuan itu atas tuduhan termasuk mempersiapkan beberapa anak-anak mereka untuk berperang di daerah konflik.

Mereka juga dinyatakan bersalah karena "mendukung al-Qaeda", mengakses situs internet yang diblokir, dan men-download materi audio visual yang berkaitan dengan pertempuran.

Namun pengadilan tidak menyebutkan kapan pelanggaran terjadi.

Sementara itu, ulama kerajaan, Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh, mendesak kepada pemuda Muslim tidak terpengaruh oleh panggilan untuk jihad yang dianggapnya prinsip-prinsip sesat.

Al-Sheikh menjelaskan, bahwa al-Qaida dan ISIS merupakan "musuh nomor satu" Islam.

Pihak berwenang pada tahun 2011 mendirikan pengadilan khusus untuk warga Saudi atau asing yang dituduh terlibat dengan al-Qaeda atau terlibat dalam serangan mematikan di kerajaan 2003-2006.

Aneh, hukuman terbaru ini diberlakukan disaat kerajaan Arab Saudi dan beberapa negara Arab berpartisipasi dalam serangan udara pimpinan AS terhadap kelompok Takfiri ISIS di Suriah.

Raja Abdullah pada bulan Februari menetapkan hukuman penjara hingga 20 tahun bagi warga yang bepergian ke luar negeri untuk berjihad, setelah konflik di Suriah menarik ribuan warga Saudi. 

Syiah adalah Simbol Perlawanan


Zein al-Kaff

Para pembenci Syiah lupa pada fakta ini: Syiah tidak hanya sebuah mazhab dalam Islam. Sejak Revolusi Islam di Iran 35 tahun lampau, Syiah telah berubah menjadi sebuah simbol. Ya, simbol perlawanan.

Di mana-mana di dunia Islam, sosok Khomeini, Muthahhari dan Syariati menjadi ikon perlawanan atas hegemoni dan dominasi. Iran, dan belakangan Hizbullah di Lebanon yang juga berafiliasi dengan Syiah, melesat bak meteor menembus kebekuan gerak umat. Dunia Islam terguncang oleh retorika yang memancar dari revolusi Islam Iran, dan akhirnya, tak sedikit, yang melirik dan tertarik pada kandungan mazhabnya.

Syiah berubah dari sekedar mazhab yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain. Ia telah menjadi ideologi yang siap menentang, menantang dan mencabar berbagai bentuk tirani.

Ia seperti bara. Kekuasaan yang korup dan despot pun gerah mendengar perkembangan mazhab ini. Bukan karena Syiah itu punya dalil-dalil tekstual di kitab-kitab mereka dan kitab-kitab Sunni. Bukan itu yang ditakutkan oleh para penguasa. Yang mereka takutkan adalah sisi pergerakan dan perlawanan yang melambari mazhab ini.

Syiah dicap sebagai rafidhoh (menolak) karena Syiah revolusi Khomeini memang tak pelak menolak kekuatan paling mencengkram di dunia Islam, yakni kekuatan Amerika Serikat dan seluruh sekutunya. Di puncak kelaliman dan kedigdayaan Amerika, para pemimpin Syiah bangkit memberontak. Berbekal inspirasi kisah Karbala dan perjuangan revolusi Islam Iran, para tokoh Syiah dunia seperti tak kenal takut dan lelah. Mereka seperti anak-anak onta yang kehausan menenggak susu syahadah. Bagi mereka, seperti Husein bin Ali di Padang Karbala, kematian itu tak lebih dari perjumpaan yang dinanti dan didambakan.

Semua kenyataan inilah yang sebenarnya menggerakkan badan-badan intelijen dunia, terutama dinas intelijen Amerika dan Arab Saudi, untuk melakukan serangkaian operasi agar ‘wabah Syiah’ tidak menjangkiti jutaan remaja Muslim. Mereka merancang gerakan stigmatisasi dan membangkitkan fanatisme sektarian di tengah umat. Tujuannya? Apalagi kalau bukan agar Syiah tidak terus mengancam kursi empuk mereka.

Dan begitulah. Pekerjaan awal lembaga-lembaga intelijen itu adalah merekrut tiga tipe agen: ustad karbitan yang haus ketenaran; pedagang yang hanya tahu untung rugi; dan terakhir pejuang dungu yang salah paham.

Tipe pertama diwakili oleh Bahtian Natsir, Farid Okbar, Fahmi Salim, Said Samad, Ali Karrar, dan sebagainya. Tipe kedua diwakili oleh Ahmad bin Zein Alkaff, Ma’ruf Amien, Abu Jibril, Tengku Zulkarnain, Safiuddin Gersempal, Muhammad Baharun, Muhdor Alhamid, mantan bupati Sampang Noer Thahja dan sebagainya. Tipe ketiga paling sedikit jumlahnya, diwakili oleh Abu Bakar Ba’asyir.

Dalam perkembangannya, para ustad karbitan akan selalu mencari jalan ketenaran dengan mencaci maki dan mengkafirkan Syiah. Sehari mereka tidak melakukan tugas ini, sehari itu pula rating mereka merosot, dan bakal ada orang lain yang akan mengisinya. Persaingan di ranah ini cukup ketat mengingat banyaknya ustad yang siap dikarbit dengan cara apapun, termasuk mencaci maki orang atau mazhab yang jauh lebih baik daripada dirinya.

Tipe kedua lebih susah lagi. Sehari mereka tidak membuat seminar, melontarkan ceramah kebencian dan tidak memproduksi artikel atau buku yang mengkafirkan Syiah, maka rekening mereka akan menyusut drastis. Syiah adalah mata pencaharian. Ia menentukan jumlah kepulan asap dapur mereka. Mereka bakal bergiat melakukan segalanya sambil terus melaporkan perkembangan Syiah yang dibesar-besarkan kepada para donatur agar aliran dana kian deras mengucur.

Yang paling naas adalah tipe ketiga. Mereka akan selalu dijadikan sebagai ‘kombatan’, paling berkeringat, bersusah-payah, berpeluh berkeringat, berdarah-darah, masuk terungku dan sebagainya demi memperjuangkan gerakan anti Syiah. Mereka paling tidak meraih popularitas, paling sedikit menerima dana dan umumnya paling terdepan diusung di atas keranda.

Kepada mereka semua kita perlu ingatkan: Syiah Khomeini, Khamenei, Muthahhari, Syariat, Hasan Nashrallah, Musa Sadr, Baqir Sadr, Mustafa Chamran, Imad Mughniyah, Abdul Malik Al-Houtsi dan para pejuang lain takkan pernah surut.

Syiah bakal terus berkibar seiring dengan tetesan darah syuhada di jalan perlawanan atas penindasan dan penjajahan. Mereka bakal mekar semerbak wangi seperti bunga-bunga martir yang tak mungkin kuncup sekalipun tak pernah disiram dan dirawat.

Syiah tidak tumbuh dari kumpulan dalil naqli maupun ‘aqli, di dalam Ushul Kafi atau Biharul Anwar, menurut Shahih Bukhori maupun Muslim. Tidak! Syiah yang seperti ini tumbuh dalam jiwa tiap insan yang mau melawan kezaliman, yang siap berkorban dengan segalanya di jalan kebenaran. Syiah seperti ini sudah tentu akan selalu berhadap-hadapan dengan tiga tipe manusia tertipu seperti di atas.

Syiah seperti itu adalah manifestasi Karbala dan Asyura, yang timbul di tiap tempat dan zaman, tak peduli dalam situasi dan kondisi apapun manusia dan umat di sekitarnya, tak peduli seberapa banyak uang dan senjata yang hendak menghadangnya. Imam Husein dan keluarga beserta para sahabatnya gugur sebagai syuhada untuk hidup abadi. Begitupula dengan ajaran “Syiah” yang mereka usung.

Pasukan Bahrain Bentrok dengan Demonstran Anti-Rezim


Demonstran dan polisi Bahrain, di Dahl, Manama.jpg

Rakyat Bahrain mengadakan aksi unjuk rasa di Sitra dan Wadiyan pada Kamis (9/10/14), menyeru agar rezim mundur.

Menurut laporan, polisi Bahrain menembakkan gas air mata dan birdshot untuk membubarkan para pengunjuk rasa di Sitra. 

Pada Rabu (8/10), demonstran juga turun ke jalan-jalan di tempat lain meski rezim al-Khalifa terus menindak keras demonstran pro-demokrasi. 

Demonstrasi itu diadakan di desa Abu Saiba untuk memperingati tahun ketiga kematian seorang pemuda di tangan pasukan keamanan.

Sejak pertengahan Februari 2011, ribuan demonstran mengadakan berbagai aksi demonstrasi di jalan-jalan Bahrain dan menyeru keluarga kerajaan al-Khalifa untuk mundur.

Nasib Peng-kafir Syiah Sampang


Noer Tjahja, aktor pengusiran Syiah Sampang (Sumber gambar: Kompas)

Situs Republika kemarin, Senin (13/10) memuat berita tentang penahanan mantan Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur di Rutan Salemba, Cabang Kejagung. Noer Tjahja ditahan beserta dua tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi proyek pengelolaan alokasi gas di Kabupaten Sampang tahun 2010-2012.

Penahanan aktor politik dan intelektual di balik pengusiran warga Syiah Sampang ini dilakukan oleh Kejakgung setelah pihak penyidik tindak pidana khusus melakukan pemeriksaan intensif. Dua tersangka lainnya yang ditahan adalah Hari Oetomo dan Muhaimin, Direktur Utama dan Direktur PT Sampang Mandiri Perkasa.

Ketiganya keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka langsung dibawa ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dengan menggunakan kendaraan roda empat B 1492 WQ.

Hari Oetomo dan Muhaimin keluar lebih dulu, kemudian dilanjutkan oleh Noer Tjahja. Noer tidak memberikan keterangan apa pun meski wartawan terus mencecar dengan sejumlah pertanyaan. Mereka langsung masuk ke dalam mobil tahanan dengan duduk di jok belakang.

"Penyidik sudah memberitahukan kepada saya, ketiga tersangka tersebut dilakukan penahanan," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Senin (13/9).

Noer Tjahja ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-06/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 13 Januari 2014. Dalam kasus tersebut, Noer Tjahja berperan menunjuk PT Sampang Mandiri Perkasa sebagai pengelola alokasi gas Pemkab Sampang. 

Padahal, PT Sampang Mandiri Perkasa bukanlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Akibat kasus tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 16 miliar.

Orang-orang Syiah mendengar berita ini dalam suasana memperingati hari raya Al-Ghadir, hari yang memperingati pengangkatan Imam Ali bin Abi Thalib sebagai wali kaum Muslimin oleh Nabi pada haji wada (haji terakhir beliau sebelum wafat). Mungkin ini hanya kebetulan belaka. Mungkin juga tidak. Yang jelas, para pelaku kezaliman, di mana pun, memiliki jabatan dan dana sehebat apapun, suatu saat akan menuai buah dari kejahatannya. Korupsi maupun pengkafiran yang berujung pada aksi pengusiran, pembakaran rumah-rumah, penghilangan hak-hak sipil warga negara adalah kezaliman yang bakal mendapatkan balasannya di dunia maupun di akhirat kelak.

Tidak lama lagi, semua yang zalim akan merasakan apa yang semestinya dirasakan Noer Thahja: penghinaan dan pembalasan awal sebelum pembalasan yang sebenarnya.

Rouhani Kecam Bantuan Keuangan Barat untuk ISIS



Rouhani Kecam Bantuan Keuangan Barat untuk ISIS

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa pemerintah yang telah membentuk koalisi untuk melawan terorisme harus terlebih dahulu berhenti membantu kelompok teroris. 

Mereka yang mengaku akan memerangi terorisme dan mereka yang telah membentuk koalisi [anti terorisme ISIS] harus mengambil langkah pertama, yaitu menghentikan bantuan keuangan kepada kelompok-kelompok teroris," kata Presiden Iran Hasan Rouhani dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di Teheran, Selasa (21/10/14). 

Terorisme telah tumbuh menjadi masalah besar bagi semua negara di Timur Tengah, Ia memperingatkan bahwa serangan udara koalisi anti-ISIS pimpinan AS terhadap para teroris hanya akan menguntungkan kelompok Takfiri dalam jangka panjang. 

Koalisi pimpinan Amerika telah melakukan beberapa serangan udara terhadap militan ISIS di Irak, namun serangan udara sejauh ini gagal untuk mengusir para teroris dari negara itu. 

Tentara Irak, dengan dukungan pasukan relawan, telah memerangi kelompok teroris selama hampir enam bulan. 

Iran meyakini bahwa tanggung jawab utama dalam memerangi kelompok teroris harus ditanggung oleh pasukan dan pemerintah Irak. Semakin bersatu bangsa Irak maka mereka akan semakin sukses, ungkap presiden Iran menunjukkan. 

Dia menekankan bahwa Iran telah mendukung bangsa Irak dan tentara dalam perjuangan mereka melawan kelompok teroris sejak hari pertama dan akan melanjutkan kebijakan ini sampai akhir.

Pejabat Iran: Tujuan AS dalam Memerangi Terorisme Mencurigakan


Pejabat Iran: Tujuan AS dalam Memerangi Terorisme Mencurigakan
Seorang pejabat senior Iran telah mempertanyakan tujuan dan kejujuranAmerika Serikat dalam memerangi terorisme, mengutip catatan dan sejarah Washington dalam mendukung kelompok teroris. 

Dalam pertemuan dengan Menteri Perminyakan Irak Adel Abdul-Mahdi di Teheran pada hari Rabu (22/10/14), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Shamkhani menunjuk dukungan AS kepada Organisasi teroris Mujahidin-e Khalq (MKO) dan mantan diktator Irak Saddam Hussein dalam Irak-Iran pada 1980, mengatakan, tujuan AS dalam memerangi terorisme mencurigakan dan tidak dapat dipercaya. 

MKO terdaftar sebagai organisasi teroris oleh banyak komunitas internasional dan telah melakukan berbagai tindakan teroris terhadap warga Iran dan Irak. 

17.000 warga Iran tewas dalam serangan teroris sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahunn 1979, 12.000 telah menjadi korban tindakan teror yang dilakukan oleh MKO. 

Di tempat lain dalam sambutannya, Shamkhani menyebut persatuan dan solidaritas rakyat Irak, pejabat, angkatan bersenjata dan ulama agama sebagai faktor utama yang yang akan membantu bangsa mengatasi kelompok teroris saat ini

Pejabat Iran menyatakan dukungan Republik Islam Iran kepada bangsa dan pemerintah Irak, menyerukan perluasan hubungan lebih lanjut antara kedua negara.

Rahbar : Iran Harus Mengandalkan Kekuatan Pengetahuan, Bukan Minyak


Pemimpin revousi
Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menekankan, Iran harus membuat mata rantai lengkap dan jaringan besar untuk memperoduksi bidang ilmiah.

Pernyataan itu diungkap Ayatollah Khamenei dalam pertemuan dengan para pemuda berbakat di Tehran pada Rabu, 23/10/14.

Daripada mengandalkan pendapatan minyak, Iran harus menggantungkan diri pada "kekuatan internal" - yaitu kecerdasan para pemuda, bakat dan output ilmiah serta akademik, katanya.

Jika Iran melakukan itu, katanya, maka, tidak ada negara yang dapat mempermainkan perekonomian Iran, jelasnya.

"Kecerdasan dan talenta serta upaya-upaya besar dalam belajar dan bekerja merupakan prasyarat yang dianggap sebagai sesuatu hal yang berbakat," tegas Pemimpin.

Pemimpin juga menunjuk kemajuan ilmiah yang dicapai Iran selama dekade terakhir dan menjelaskan keberlangsungan kemajuan ilmu pengetahuan merupakan kebutuhan yang pokok dan sebenarnya.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan tidak boleh terganggu oleh hal apapun.

Dimata Pemimpin, Iran saat ini masih belum mencapai posisi yang tepat di bidang ilmu pengetahuan.

"Kemajuan ilmu pengetahuan harus dipercepat melalui pemberdayaan ekonomi dan usha-usaha berbasis pengetahuan".

Terkait dengan fluktuasi di pasar minyak internasional, Pemimpin menyatakan bahwa ketergantungan pada pendapatan minyak merupakan dampak kebijakan ekonomi bagi pembuat kebijakan utama di dunia.

Semua badan-badan dan lembaga negara, termasuk lembaga kementerian bertanggung jawab membuat upaya mempromosikan kemajuan ilmu pengetahuan.